Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Suatu hari, para sahabat tertawa saat melihat kedua betis Ibnu Mas’ud yang sangat kecil. Rasulullah ﷺ lalu mengatakan, “Demi jiwaku yang berada di genggaman-Nya, sesungguhnya kedua betisnya itu lebih berat dalam timbangan daripada gunung Uhud.” (HR Ahmad)
Rasulullah juga kerap meminta Ibnu Mas’ud membacakan Al-Qur’an di hadapannya. Ibnu Mas’ud mengatakan kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin aku membacakan Al-Qur’an di hadapanmu, padahal Al-Qur’an diturunkan kepadamu?” Nabi ﷺ menjawab, “Aku ingin mendengar bacaan Al-Qur’an dari orang lain,” kata beliau. Kemudian Ibnu Mas’ud membacakan surat An Nisa’ di hadapan beliau dari awal surat sampai ayat yang berbunyi, “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir) nanti apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” (QS An Nisa’: 41) “Cukup,” kata beliau sambil meneteskan air mata.” (HR Bukhari). (Syekh Muhammad Sa’id Mursi, Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, Pustaka Al-Kautsar)
Hikmah
Nama Abdullah bin Mas’ud atau dikenal dengan panggilan Ibnu Mas’ud tentu sudah tidak asing bagi kita. Ia adalah salah satu ulama cerdas di kalangan para sahabat Nabi ﷺ. Meski bertubuh kurus dan kecil, kecerdasannya dalam memahami Al-Qur’an mengalahkan keutamaan sahabat lainnya. Jika ditanyakan siapakah di antara para sahabat Nabi ﷺ yang paling fakih dalam Al-Qur’an? Salah satunya ialah Ibnu Mas’ud. Oleh karena itu, percakapan dan pujian Nabi ﷺ kepada Ibnu Mas’ud patut menjadi teladan bagi seluruh kaum muslim, terutama bagi para pengemban dakwah.
Rasulullah ﷺ yang senantiasa menerima wahyu berupa ayat-ayat Al-Qur’an tetap meneteskan air mata ketika dibacakan ayat Allah Taala di hadapannya. Terlebih kita sebagai umatnya yang bertugas menyampaikan wahyu Allah melalui dakwah dengan lisan. Tentu kita harus senantiasa bersentuhan dan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Seorang pengemban dakwah harus menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan utama untuk amal yang dilakukan.
Al-Qur’an adalah sebaik-baik bekal bagi setiap muslim, terlebih bagi para pengemban dakwah. Dengan Al-Qur’an, hati akan menjadi hidup dan semua sandaran akan makin kokoh. Para pengembannya akan menjadi seperti gunung yang berdiri kokoh, sehingga dunia pun menjadi kecil baginya ketika berada di jalan Allah. Ia akan senantiasa mengatakan yang hak dan tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela. Hal ini semata-mata karena Allah Taala.
Dengan Al-Qur’an, sesuatu yang mudah terombang-ambing oleh angin karena bobotnya ringan, bobotnya akan menjadi lebih berat di sisi Allah daripada gunung Uhud. Ini karena ia senantiasa membaca Al-Qur’an, membasahi lisannya dengan Al-Qur’an, dan jari-jarinya pun menjadi saksi. Seperti itulah para sahabat Rasulullah saw. mengarungi kehidupan dunia ini. Mereka seolah-olah seperti Al-Qur’an yang berjalan.
Al-Qur’an adalah sesuatu yang paling berharga bagi kaum muslim, khususnya bagi para pengemban dakwah. Hendaknya Al-Qur’an senantiasa menjadi penyiram hati dan teman setia yang mengiringi setiap langkah mereka. Dengan demikian, Al-Qur’an akan membimbing mereka untuk meraih semua kebaikan dan mengangkat kedudukan mereka lebih tinggi, bahkan lebih tinggi lagi. Mereka harus senantiasa memelihara Al-Qur’an pada tengah malam dan penghujung siang dengan membaca, menghafal, dan mengamalkannya. Dengan demikian, mereka akan menjadi sebaik-baik generasi khalaf, mewarisi generasi salaf yang terbaik. (Min Muqawimat Nafsiyah Islamiyah, hlm. 32)
Demikianlah, pengemban dakwah harus senantiasa menghiasi kehidupannya dengan Al-Qur’an. Mereka akan membacanya, memahami makna yang terkandung di dalamnya, menghafalkan, mengamalkan, serta menyebarluaskan segala apa yang diperintahkan dan dilarang Allah dalam kitab-Nya.
Berdakwahlah dengan Al-Qur’an agar Al-Qur’an membersamai kita dalam setiap suka duka perjuangan menegakkan sistem Islam. Ibnu Mas’ud adalah contoh nyata bagi umat muslim. Ia tidak gentar dan lelah menyampaikan Al-Qur’an meskipun harus mendapat celaan, hinaan, bahkan siksaan dari orang-orang kafir Quraisy. [MNews/CJ-YG]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
