Wujudkan Cita Umat

NE

News Elementor

What's Hot

Antara Umar bin Khaththab ra. dan para Pembesar Quraisy

Table of Content

Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Pada suatu hari, beberapa orang pembesar Quraisy mendatangi rumah Umar bin Khaththab. Di antara mereka adalah Suhail bin Amr, Harits bin Hisyam, Sufyan bin Harb, dan beberapa orang dari kalangan pembesar Quraisy lainnya. Bersamaan dengan itu, datang pula Shuhaib dan Bilal serta beberapa orang mawali. Mereka adalah para mantan budak yang telah dibebaskan dan telah ikut berjuang dalam Perang Badar. Kemudian, Umar mengizinkan Shuhaib, Bilal, dan beberapa orang mawali tersebut masuk. Sementara itu, ia tidak mengizinkan para pembesar Quraisy untuk masuk. Menyaksikan hal itu, Abu Sufyan berkata, “Saya tidak pernah mendapati satu kondisi seperti ini sama sekali sebelumnya. Umar mengizinkan para mantan hamba sahaya itu untuk masuk. Sebaliknya, ia sama sekali tidak memperhatikan kita.”

Suhail bin Amr yang dikenal sebagai orang yang rasional berkata, “Wahai orang-orang Quraisy, saya melihat di wajah kalian ada tanda ketaksenangan atas kejadian tadi. Jika kalian marah, marahlah kepada diri kalian sendiri. Ini karena mereka diajak memeluk Islam, begitu pun kalian, tetapi mereka bersegera memeluk Islam, sementara kalian terlambat menerimanya. Bagaimana jika mereka dipanggil pada Hari Kiamat, sementara kalian ditinggal? Demi Allah, keutamaan yang telah mereka raih mengungguli kalian. Bahkan, jauh lebih tinggi dari sekadar kehormatan di pintu tersebut yang telah kalian permasalahkan.” Ia segera merapikan pakaiannya, lalu pergi.

Al-Hasan berkata perihal peristiwa tersebut, “Maha Benar Allah dan apa yang diucapkan Suhail. Allah tidak akan menyamakan kedudukan antara hamba-Nya yang bersegera menyambut panggilan dakwah-Nya dengan hamba yang lambat menerima untuk taat kepada-Nya.” (Ibnu al-Jauzi, 500 Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah)

Hikmah

Kisah tersebut mengajarkan kepada kita dua poin penting. Pertama, posisi semua manusia di hadapan Allah Swt. tergantung pada tingkat ketaatannya. Manusia yang baik dan yang buruk jelas beda. Allah Swt. berfirman, Katakanlah, ‘Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu.‘” (QS Al-Maidah: 100).

Bahkan, Allah Swt. memuji orang mukmin yang tidak ragu dengan kebenaran imannya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujurat: 15).

Kedua, bersegeralah menerima seruan Allah Swt. untuk taat dan menjalankan kewajiban kita sebagai hamba-Nya. Ini sebagaimana firman Allah Taala, Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”  (QS Ali ‘Imrân: 133).

Dalam ayat yang lain disebutkan, “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, ialah ucapan, Kami mendengar dan kami patuh.Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS An-Nûr: 51-52).

Itulah perlakuan baik Umar terhadap mantan hamba sahaya yang bersegera menyambut seruan Allah Swt. dan berdakwah bersama Rasulullah saw.. Perlakuan yang sangat berbeda kepada para pembesar Quraisy yang serba terlambat menyambut seruan Allah Taala. Ini artinya, mereka yang bersegara taatlah yang akan memiliki kedudukan mulia di hadapan Allah Taala. Sebabnya, mereka tidak ada keraguan dan kebimbangan untuk menerima kebenaran Islam.

Selayaknya sikap inilah yang harus dimiliki oleh para pengemban dakwah. Menjadi orang pertama yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta memperjuangkan agama-Nya dengan keteguhan dan keyakinan yang kuat. [MNews/CJ-YG]


source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.

amaniyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan terkait

Trending News

Editor's Picks

HUKUM MEMBELI HEWAN KURBAN DENGAN AKAD PESAN (BAI’ AS-SALAM)

Oleh: KH. M/ Shiddis Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   TanyaUstadz, bolehkah membeli hewan kurban dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)? (Hamba Allah)   Jawab : Ada khilāfiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama mujtahidin mengenai boleh tidaknya membeli hewan secara umum, baik untuk dijadikan hewan kurban maupun untuk dikonsumsi biasa, dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)....

Abu Bakar ash-Shiddiq ra., Pemimpin Teladan

Penulis: Nabila asy-Syafi’i Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Abu Bakar ash-Shiddiq ra. adalah seorang sahabat Rasulullah saw. sekaligus khalifah pertama yang terkenal sangat dermawan. Ia seorang miliarder dan konsultan bisnis yang ulung. Ia selalu beruntung dalam berbisnis. Hebatnya lagi, hartanya digunakan untuk berjuang di jalan Allah Taala. Abu Bakar pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk berjihad...

Derita Perempuan Gaza

Nasib perempuan dan anak-anak di pengungsian Gaza merepresentasikan salah satu wajah paling serius dari krisis kemanusiaan kontemporer. Konflik berkepanjangan yang melanda wilayah ini telah memaksa hampir seluruh penduduknya meninggalkan rumah mereka. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa sekitar 1,9–2,0 juta orang di aJalur Gaza kini berstatus pengungsi internal. Hampir 90 persen dari total populasi. Mereka terpaksa...

Rekonstruksi Gaza: Demi Keuntungan Amerika dan Sekutunya

Penjajahan Israel yang didukung negara-negara Barat telah menghancurkan Gaza. Menurut laporan UNCTAD pada November 2025, GDP Gaza anjlok 83% pada 2024 menjadi hanya $362 juta. Padahal ekonomi sebelumnya juga sudah rapuh akibat 17 tahun blokade Israel dan Mesir sejak 2007. Ini terjadi setelah Hamas—yang menang Pemilu Palestina 2006—mengambil alih Gaza secara militer. GDP per kapita...

SPAYLATER SHOPEE DENGAN BUNGA NOL PERSEN, HUKUMNYA HALAL?

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   Tanya : Assalaamu’alaikum mohon pencerahannya kiyai. Apa hukumnya melakukan transaksi dengan Paylater Shopee dengan bunga 0% (nol persen)? (Abi Faisal, Garut)   Jawab : Wa ‘alaikumus salam wr. wb.Hukumnya tetap haram menggunakan SPaylater Shopee walaupun bunganya nol persen. Mengapa tetap haram? Jawabannya, karena meskipun...

Wujudkkan Cita Umat

Artikel Pilihan

©2025- All Right Reserved.