Penulis: Nabila asy-Syafi’i
Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Abu Bakar ash-Shiddiq ra. adalah seorang sahabat Rasulullah saw. sekaligus khalifah pertama yang terkenal sangat dermawan. Ia seorang miliarder dan konsultan bisnis yang ulung. Ia selalu beruntung dalam berbisnis. Hebatnya lagi, hartanya digunakan untuk berjuang di jalan Allah Taala.
Abu Bakar pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk berjihad di jalan Allah Swt. pada saat Perang Tabuk. Meski demikian, tidak pernah ada cerita Abu Bakar jatuh miskin dan menelantarkan keluarganya. Allah Swt. dan Rasulullah saw. menjadi jaminannya. Sungguh, Allah Swt. telah memberikan kelebihan berupa keahlian dalam berdagang kepada Abu Bakar. Harta yang ia kembangkan selalu membawa kebaikan dan keberkahan di dunia dan akhirat.
Ketika amanah sebagai khalifah Rasul ada dipundaknya, Abu Bakar tidak bisa lagi berdagang. Ia mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengurusi urusan umat. Tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk memperkaya diri maupun keluarganya.
Atas pertimbangan Umar bin Khaththab dan persetujuan sahabat lainnya, Abu Bakar diberi santunan dari baitulmal sebanyak tiga dirham setiap hari untuk menopang kehidupan dan keluarganya.
Suatu hari menjelang wafatnya Abu Bakar, Aisyah, putri tercintanya datang berkunjung. Abu Bakar penuh kekhawatiran jika masih ada harta yang bukan haknya di dalam rumahnya. Ia bertanya kepada putrinya, “Wahai Aisyah, apakah masih tersisa harta umat muslim pada kita?”
“Tidak ada, ayah, kecuali seekor unta yang biasa digunakan untuk mengangkut air bagi keperluan ayah, sebuah bejana untuk memerah susu, dan selembar baju yang ayah gunakan untuk menerima utusan,” jawab Aisyah.
Mendengar hal itu, Abu Bakar memerintahkan Aisyah untuk menjual unta tersebut, lalu uangnya diserahkan ke baitulmal. Aisyah segera menjalankan perintah ayahnya.
Abu Bakar memerintahkan, “Wahai Aisyah, hitunglah berapa uang yang telah aku ambil selama menjadi khalifah, yakni selama 33 bulan. Jika masih kurang, segera jual tanah yang aku miliki, lalu serahkan uangnya ke baitulmal. Aku tidak ingin menemui Allah Swt., sedangkan masih ada urusan harta yang belum terselesaikan!” Aisyah pun segera melaksanakan amanah ayahnya.
Dengan hati sedih, Aisyah berkata, “Wahai ayah, dengan apa kelak kami akan mengafanimu jika semua harta diserahkan ke baitulmal?”
“Kafani aku dengan baju yang aku kenakan ini,” jawab Khalifah Abu Bakar.
“Kalau begitu, aku akan bekerja agar dapat membelikan baju baru bagimu,” ucap Aisyah.
“Tidak, jangan kau lakukan itu. Baju baru lebih pantas dipakai oleh mereka yang hidup daripada sebujur mayat.”
Akhirnya, sang khalifah wafat pada Senin, 22 Jumadilakhir 13 H atau 22 Agustus 634 M setelah sakit sekitar dua minggu. Sesuai amanahnya, beliau tidak menyisakan harta benda.
Demikianlah sosok Abu Bakar ash-Shiddiq ra., sahabat Rasulullah saw.. Meskipun ia seorang manusia biasa, tetapi didikan dan binaan Rasulullah saw. menjadikannya sosok pemimpin yang luar biasa. Abu Bakar meninggalkan jejak sejarah yang tertulis dengan tinta emas. Keteladanannya tidak lekang oleh waktu dan tempat.
Sosok pemimpin seperti Abu Bakar ash-Shiddiq ra. memang sulit ditemui. Bahkan, tidak ada pada zaman sekarang. Ini karena celupan sekuler kapitalisme telah membuat para pemimpin di negeri-negeri muslim tidak lagi menjadi pelayan umat. Mereka lebih mementingkan kekuasaan, kekayaan, dan kesejahteraan untuk diri, keluarga, dan kelompoknya. Mereka meninggalkan ajaran Islam yang mulia. Hubbud dunya atau cinta dunia telah menguasainya.
Umat muslim tentu merindukan pemimpin seperti Abu Bakar ash-Shiddiq. Pemimpin umat yang berkepribadian Islam kokoh, berani menerapkan Islam kafah, dan mengurus umat sesuai ajaran Rasulullah saw.. Oleh karenanya, harus dimulai dengan membina umat sesuai teladan Rasulullah saw. dalam membina para sahabat. Umat muslim harus meneladan Rasulullah saw. dalam melakukan perubahan di masyarakat. Beliau saw. berhasil mengubah masyarakat kafir jahiliah menjadi masyarakat Islam yang mulia. Wallahualam. [MNews/YG]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
