Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Pada suatu hari, seorang pemuda dari Bashrah mendatangi Shilah bin Asyyam dan berkata, “Wahai Abu ash-Shahba’, ajari aku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadamu.” Shilah lalu tersenyum dan wajahnya berseri. Ia berkata, “Sungguh, kamu telah mengingatkan aku, wahai anak saudaraku, tentang kenangan lama yang tidak aku lupakan ketika pada saat itu aku adalah seorang pemuda sepertimu. Aku mendatangi orang yang tersisa dari sahabat Rasulullah ﷺ, lalu berkata kepada mereka, ‘Ajarilah aku apa-apa yang telah Allah ajarkan kepada kalian.’ Mereka berkata, ‘Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penjaga jiwamu dan kebun hatimu. Dengarkan nasihat Al-Qur’an dan nasihatilah kaum muslim dengan Al-Qur’an. Perbanyaklah berdoa kepada Allah Taala semampumu.’”
Anak muda itu berkata, “Berdoalah untukku. Semoga engkau dibalas dengan kebaikan.” Ia menjawab, “Semoga Allah menjadikanmu bersemangat untuk memperoleh yang kekal (akhirat) dan menjadikanmu zuhud terhadap yang fana (dunia), serta menganugerahkan keyakinan kepadamu sehingga jiwa menjadi tenang kepadanya dan dibutuhkan dalam agama.” (Abdurrahman Ra’fat al-Basya, Jejak Perjuangan dan Keteladanan para Tabiin).
Hikmah
Sungguh, ini adalah nasihat yang indah untuk para pemuda hari ini. Kondisi mereka kini mudah tergerus oleh lingkaran sistem sekuler kapitalisme. Al-Qur’an terabaikan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Padahal, Al-Qur’an adalah sumber hikmah, petunjuk, dan ketenangan bagi umat Islam di seluruh dunia. Al-Qur’an menjadi hikmah bagi siapa saja yang mau menadaburi dan menyelami makna yang terkandung di dalamnya. Al-Qur’an menjadi petunjuk hidup bagi mereka yang mengimani Allah dan Rasul-Nya. Al-Qur’an juga memberi ketenangan bagi jiwa-jiwa yang mudah rapuh akibat kesulitan hidup yang dialaminya.
Salah satu hal yang membuat umat ini terpuruk ialah mereka meninggalkan Al-Qur’an sebagai hukum dan aturan dalam kehidupan. Para pemuda muslim sibuk dan terlena dengan nikmat dunia dan jauh dari Islam. Oleh karena itu, untuk mengembalikan predikat sebagai umat terbaik dari generasi abad ini adalah dengan membina dan membimbing para pemuda agar kembali kepada jati dirinya sebagai hamba Allah, yakni ketaatan total kepada Allah dan Rasul-Nya. Wahai, para pemuda! Jadikanlah Al-Qur’an sebagai sahabat kehidupan. Hidupkanlah sunah Rasulullah saw. dengan mengikuti jalan yang sudah beliau tunjukkan.
Dari Abdullah bin Mas‘ud ra. berkata, “Rasulullah ﷺ membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, ‘Ini jalan Allah yang lurus.’ Beliau membuat garis-garis di kanan dan kirinya, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat). Tidak satupun dari jalan-jalan ini, kecuali di dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya.’” Selanjutnya, Rasulullah saw. membacakan firman Allah Azza wa Jalla, ‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertakwa.’” (Al-An’aam: 153). [MNews/CJ-YG]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
