Wujudkan Cita Umat

NE

News Elementor

What's Hot

Penaklukan Mesir dan Benteng Babilonia, Momentum Kebangkitan Peradaban Islam

Table of Content

Penulis: Dr. Rini Syafri

Muslimah News, KISAH RAMADAN — Ramadan seharusnya dijadikan  momentum untuk mengubah wajah buruk peradaban kapitalisme hari ini dengan peradaban Islam. Selain sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an yang merupakan intisari peradaban Islam, berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengubah wajah dunia juga terjadi pada bulan ini.

Penaklukan Mesir dan Benteng Babilonia

Salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan Ramadan adalah penaklukan Mesir oleh pasukan kaum muslim di bawah pimpinan sahabat Amr bin Al-Ash ra. sekitar 18—20 H (639—641 M).  Peristiwa ini  menandai berakhirnya eksistensi Bizantium Romawi di kawasan tersebut, disusul perjanjian damai oleh pemimpin umat Kristen Koptik, Cyrus, serta penaklukan Alexandria pada 20—21 H.

Kampanye militer utama dimulai pada bulan Ramadan 21 H (641 M) dengan pasukan kecil, tetapi berhasil menguasai wilayah strategis seperti Benteng Babilonia dan Iskandariyah. Sebagai gubernur pertama Mesir, Amr bin Al-Ash mendirikan kota Fustat dan membangun Masjid Amr bin Al-Ash, yang menjadi pusat peradaban Islam pertama di Afrika.

Benteng Babilonia adalah pertahanan utama Romawi-Bizantium yang sangat kuat. Pengepungan berlangsung sekitar tujuh bulan (beberapa sumber menyebutkan 4—7 bulan) hingga akhirnya berhasil ditembus pada 20 H. Aksi heroik sahabat  Zubair bin Awwam memainkan peran penting dengan memanjat dinding benteng dan membuka pintu bagi pasukan muslim.

Penaklukan ini dilakukan terhadap kawasan kekuasaan Romawi-Bizantium, yang pada masa itu merupakan negara adikuasa dan dianggap tidak terkalahkan. Di sisi lain, penaklukan tersebut merupakan pelaksanaan praktis konsep politik luar negeri Khilafah oleh Khalifah Umar bin Khaththab ra.,  yaitu, penyebarluasan Islam ke seluruh dunia. Tujuannya bukan untuk hegemoni sebagaimana dilakukan negara  kapitalis seperti AS, melainkan menyampaikan risalah Islam kepada seluruh umat manusia. Prinsip ini bersifat tetap dan tidak berubah, sebagaimana ditetapkan dalam Al-Qur’an dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Jihad sebagai Instrumen Dakwah dan Penegakan Risalah Islam

Jihad dalam Islam bukan sekadar peperangan, melainkan instrumen dakwah dan penegakan risalah Islam. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Taala, “Dan Kami tidak mengutus kamu melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Saba’: 28).

Penaklukan dengan jihad dilakukan ketika ada hambatan fisik terhadap dakwah. Artinya, jihad atau perang dalam Islam, bukan untuk  menghancurkan kehidupan, melainkan agar kehidupan di muka bumi tetap lestari. Hal ini tampak jelas dalam ketentuan syariat tentang jihad yang begitu manusiawi. Allah Taala berfirman, Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuh kamu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, (tetapi) Allah mengetahuinya. Apa pun yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas secara penuh kepadamu, sedangkan kamu tidak akan dizalimi.” (QS Al-Anfal: 60).

Begitu pula syariat melarang membunuh wanita, anak-anak dan orang tua serta merusak tanaman dan rumah ibadah. Bandingkan dengan tindakan AS dan Zion*s terhadap Palestina hari ini. Risalah Islam adalah pemberi kehidupan sekaligus penyejahtera. Allah Taala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (QS Al-Anfal: 24).

Sejarah emas peradaban Islam mencatat, di bawah kekuasaan Islam, kawasan-kawasan yang ditaklukkan justru mengalami kehidupan yang sejahtera, termasuk Mesir. Penduduk Mesir terbebas dari eksploitasi  Bizantium Romawi dan tekanan untuk memeluk agama Kristen Ortodoks. Hasil pertanian yang sebelumnya dirampas secara sewenang-wenang dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara Khilafah, serta bebas mempertahankan keyakinannya. Namun, kebenaran Islam yang nyata membuat banyak dari mereka memilih masuk Islam dengan sukarela.  

Fakta sejarah penaklukan Mesir dan jatuhnya Benteng Babilonia seharusnya membangkitkan kesadaran umat Islam  akan predikat aslinya sebagai umat terbaik, umat jihad, dan umat keadilan. Islam dengan segala keistimewaannya adalah satu-satunya peradaban yang layak kembali memimpin dunia untuk menjawab kegagalan kapitalisme hari ini. Ramadan adalah momentum terbaik untuk mewujudkan hal tersebut. Wallahualam. [MNews/CJ]

Daftar Pustaka

1. A History of Egypt From the Arab Conquest to the Present , pp. 1 – 30. Publisher: Cambridge University Press

Print publication year: 2007

https://doi.org/10.1017/CBO9780511607578.004

2. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyah, Hlm.145-149


source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.

amaniyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan terkait

Trending News

Editor's Picks

HUKUM MEMBELI HEWAN KURBAN DENGAN AKAD PESAN (BAI’ AS-SALAM)

Oleh: KH. M/ Shiddis Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   TanyaUstadz, bolehkah membeli hewan kurban dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)? (Hamba Allah)   Jawab : Ada khilāfiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama mujtahidin mengenai boleh tidaknya membeli hewan secara umum, baik untuk dijadikan hewan kurban maupun untuk dikonsumsi biasa, dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)....

Abu Bakar ash-Shiddiq ra., Pemimpin Teladan

Penulis: Nabila asy-Syafi’i Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Abu Bakar ash-Shiddiq ra. adalah seorang sahabat Rasulullah saw. sekaligus khalifah pertama yang terkenal sangat dermawan. Ia seorang miliarder dan konsultan bisnis yang ulung. Ia selalu beruntung dalam berbisnis. Hebatnya lagi, hartanya digunakan untuk berjuang di jalan Allah Taala. Abu Bakar pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk berjihad...

Derita Perempuan Gaza

Nasib perempuan dan anak-anak di pengungsian Gaza merepresentasikan salah satu wajah paling serius dari krisis kemanusiaan kontemporer. Konflik berkepanjangan yang melanda wilayah ini telah memaksa hampir seluruh penduduknya meninggalkan rumah mereka. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa sekitar 1,9–2,0 juta orang di aJalur Gaza kini berstatus pengungsi internal. Hampir 90 persen dari total populasi. Mereka terpaksa...

Rekonstruksi Gaza: Demi Keuntungan Amerika dan Sekutunya

Penjajahan Israel yang didukung negara-negara Barat telah menghancurkan Gaza. Menurut laporan UNCTAD pada November 2025, GDP Gaza anjlok 83% pada 2024 menjadi hanya $362 juta. Padahal ekonomi sebelumnya juga sudah rapuh akibat 17 tahun blokade Israel dan Mesir sejak 2007. Ini terjadi setelah Hamas—yang menang Pemilu Palestina 2006—mengambil alih Gaza secara militer. GDP per kapita...

SPAYLATER SHOPEE DENGAN BUNGA NOL PERSEN, HUKUMNYA HALAL?

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   Tanya : Assalaamu’alaikum mohon pencerahannya kiyai. Apa hukumnya melakukan transaksi dengan Paylater Shopee dengan bunga 0% (nol persen)? (Abi Faisal, Garut)   Jawab : Wa ‘alaikumus salam wr. wb.Hukumnya tetap haram menggunakan SPaylater Shopee walaupun bunganya nol persen. Mengapa tetap haram? Jawabannya, karena meskipun...

Wujudkkan Cita Umat

Artikel Pilihan

©2025- All Right Reserved.