Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Hari itu, ada seorang penyair Badui menemui Umar bin Khaththab ra., lalu berkata, “Wahai Umar al-Khair, semoga engkau mendapat surga. Berilah anak-anak perempuanku dan ibunya pakaian. Jadilah engkau perisai untuk kami. Aku bersumpah agar engkau memenuhi permintaan kami ini.”
“Jika saya tidak mau, lantas apa yang akan terjadi?” tanya Umar. Pria Badui itu berkata, “Jika demikian, wahai Abu Hafsh, aku akan pergi.” Kemudian, Umar bertanya kembali, “Jika engkau pergi, lalu apa yang akan terjadi?”
Pria Badui tersebut kembali bersenandung dan berkata, “Demi Allah, sungguh engkau kelak akan ditanya tentang aku, pada hari di mana pemberian membawa berkah dan kebaikan. Saat itu, manusia ditanya dan dimintai pertanggungjawaban, berujung pada satu dari dua tempat, yaitu neraka atau surga.”
Mendengar hal itu, Umar menangis hingga jenggotnya basah oleh air mata. Ia lalu berkata kepada pembantunya, “Berikan gamisku ini kepada orang itu karena hari tersebut, bukan karena syairnya.” Kemudian, Umar berkata, “Demi Allah, sungguh, hanya itu yang saya punya.” (Ibnu al-Jauzi, 500 Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah)
Hikmah
Demikianlah sikap pemimpin sejati. Tatkala ada salah satu rakyatnya mengadu perihal kekurangan kebutuhan yang ia miliki, Khalifah Umar memberikan apa yang ia punya, meskipun hanya sepotong gamis.
Begitu pula dengan kehidupan pemimpin yang begitu sederhana. Sejarah telah mencatat sosok Khalifah Umar bin Khaththab ra., bahwa ia adalah satu di antara pemimpin besar yang paling zuhud dan berhati-hati selama memimpin negara. Ia tidak membiarkan harta menjadi penghalang dirinya masuk surga. Ia juga senantiasa mendengarkan keluh kesah rakyatnya, berkeliling memantau kondisi mereka pada siang dan malam, serta memastikan rakyat terpenuhi kebutuhannya.
Sementara hari ini, para pemimpin di negeri ini justru tidak waspada dan mawas diri dalam menjalankan amanah sebagai pengurus rakyat. Mereka malah membuat kebijakan yang tidak pro rakyat dan merugikan mereka. Sungguh, betapa kita merindukan sosok pemimpin dambaan umat yang amanah. Pemimpin seperti itu hanya bisa terwujud dalam sistem dan kepemimpinan yang memberi keteladanan, yaitu sistem Islam kafah. [MNews/CJ-YG]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
