Wujudkan Cita Umat

NE

News Elementor

What's Hot

[Nafsiyah] Bersedih Hati

Table of Content

Muslimah News, NAFSIYAH — Setiap insan yang bernyawa pasti pernah merasakan kesedihan. Namun, ketika sedih dan putus asa melanda, kita harus mengingat kembali cita-cita besar yang mungkin sedikit terlupakan. Cita-cita besar yang selalu kita sebutkan dalam doa, yakni kembalinya kemuliaan Islam di muka bumi.

Kita pun pasti memiliki cita-cita untuk kehidupan pribadi. Oleh karenanya, kita pun memohon agar Allah Swt. mengabulkannya. Saat doa yang kita panjatkan belum dikabulkan, mungkin Allah telah mengabulkan doa yang lain. Ini karena Allah Maha Pengabul doa.

Ada doa indah yang pernah Nabi saw. lafazkan, “Tidaklah seorang hamba tertimpa kesedihan dan kegundahan, kemudian berdoa, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu gaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku, serta pelenyap bagi kegelisahanku.’ Maka, Allah akan menghilangkan kegundakan dan kesedihannya, serta menggantikannya dengan kebahagiaan.” (HR Ahmad).

Allah Swt. menjadikan Al-Qur’an sebagai kebahagiaan dalam hati dan pelapang dada. Kedua hal tersebut akan mengangkat kesedihan dan hilanglah keresahan (lihat Hisnul Muslim, hlm. 211).

Para penyeru kebaikan terkadang hatinya juga bisa “patah”, lalu bersedih atas berbagai ujian yang datang menghampiri. Islam menuntun seorang muslim untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai tambatan hati yang dapat mengobati rasa sedih atau luka di hati.

Sungguh, kehidupan ini tidak selamanya indah. Dunia ini adalah daarul ibtilaa’ (negeri tempat ujian dan cobaan). Allah Swt. berfirman, “Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali.” (QS Al-Anbiya: 35).

Para Sahabat ra. Pernah Dirundung Kesedihan

Suka dan duka ialah sunatullah yang pasti mewarnai kehidupan. Tidak ada seorang manusia pun yang terus merasa senang atau sebaliknya terus dalam duka dan kesedihan. Generasi terbaik umat ini, para wali Allah, yakni para sahabat Nabi saw. pun pernah dirundung kesedihan.

Allah Swt. mengabarkan dalam Al-Qur’an, “Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). Dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (QS Ali Imran: 140).

Sesungguhnya, Allah Swt. menciptakan kebahagiaan dan kesedihan agar mausia menyadari nikmatnya kebahagiaan, sehingga ia bersyukur dan berbagi. Kemudian, kesedihan diciptakan agar manusia  tunduk bersimpuh, mengadu, berharap, merendah, dan merengek di hadapan-Nya. Dengan demikian, manusia tidak akan menyombongkan diri.

Seperti yang dilakukan Nabi Yaqub saat lama berpisah dengan putranya, Yusuf as. yang dinyatakan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya hanya kepada Allah, aku mengadukan penderitaan dan kesedihanku.” (QS Yusuf: 86). Juga dalam surah lainnya, “Dialah Allah yang menjadikan seorang tertawa dan menangis.” (QS An-Najm: 43).

Jika kita sedih karena menyesali kemaksiatan yang dilakukan dan segera bertobat untuk memperbaikinya, itu adalah tanda iman. Nabi saw. bersabda, “Barang siapa yang merasa bergembira karena amal kebaikannya dan sedih karena amal keburukannya, maka ia adalah seorang yang beriman.” (HR Tirmidzi).

Kesedihan yang Tercela

Kesedihan yang tercela ialah saat seseorang larut dalam kesedihannya sehingga membuat hatinya lemah, tekadnya meredup, dan rasa optimis pun hilang. Kesedihan seperti ini menghancurkan harapan. Akibatnya, ia tidak mau bergerak dan tidak berupaya mengubah keadaannya agar menjadi manusia yang bahagia.

Kesedihan yang tercela ialah yang membuat seseorang lemah untuk meraih rida Allah Taala. Bahkan, ia menjadi putus ada dan membenci takdir Allah. Betapa banyak orang yang tergelincir dari jalan Allah Swt. karena larut dalam kesedihan. Setan pun senang melihat seorang mukmin bersedih.

Firman Allah Taala, “Sesungguhnya pembicaraan bisik-bisik itu hanyalah dorongan dari setan supaya menjadikan hati orang-orang beriman sedih. Padahal pembicaraan rahasia untuk menggunjing tidak akan merugikan orang-orang beriman sedikit pun, kecuali dengan kehendak Allah. Hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.” (QS Al Mujadilah: 10).

Allah Swt. juga berfirman, “Janganlah kamu lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran: 139).

Saudariku, usirlah kesedihan dari hatimu. Jangan biarkan setan memanfaatkannya karena ia selalu mengintai setiap gerak-gerik kita. Sabda Nabi saw., “Sesungguhnya setan mendatangi kalian dalam setiap keadaan kalian. Sampai setan ikut hadir di makanan kalian.” (HR Muslim).

Berbahagialah karena kita muslim dan Allah memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk masuk ke surga. Tentu bagi mereka yang taat pada syariat dan turut memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam. Masyaallah. Wallahualam bissawab. [MNews/Rndy-YG]


source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.

amaniyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan terkait

Trending News

Editor's Picks

HUKUM MEMBELI HEWAN KURBAN DENGAN AKAD PESAN (BAI’ AS-SALAM)

Oleh: KH. M/ Shiddis Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   TanyaUstadz, bolehkah membeli hewan kurban dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)? (Hamba Allah)   Jawab : Ada khilāfiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama mujtahidin mengenai boleh tidaknya membeli hewan secara umum, baik untuk dijadikan hewan kurban maupun untuk dikonsumsi biasa, dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)....

Abu Bakar ash-Shiddiq ra., Pemimpin Teladan

Penulis: Nabila asy-Syafi’i Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Abu Bakar ash-Shiddiq ra. adalah seorang sahabat Rasulullah saw. sekaligus khalifah pertama yang terkenal sangat dermawan. Ia seorang miliarder dan konsultan bisnis yang ulung. Ia selalu beruntung dalam berbisnis. Hebatnya lagi, hartanya digunakan untuk berjuang di jalan Allah Taala. Abu Bakar pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk berjihad...

Derita Perempuan Gaza

Nasib perempuan dan anak-anak di pengungsian Gaza merepresentasikan salah satu wajah paling serius dari krisis kemanusiaan kontemporer. Konflik berkepanjangan yang melanda wilayah ini telah memaksa hampir seluruh penduduknya meninggalkan rumah mereka. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa sekitar 1,9–2,0 juta orang di aJalur Gaza kini berstatus pengungsi internal. Hampir 90 persen dari total populasi. Mereka terpaksa...

Rekonstruksi Gaza: Demi Keuntungan Amerika dan Sekutunya

Penjajahan Israel yang didukung negara-negara Barat telah menghancurkan Gaza. Menurut laporan UNCTAD pada November 2025, GDP Gaza anjlok 83% pada 2024 menjadi hanya $362 juta. Padahal ekonomi sebelumnya juga sudah rapuh akibat 17 tahun blokade Israel dan Mesir sejak 2007. Ini terjadi setelah Hamas—yang menang Pemilu Palestina 2006—mengambil alih Gaza secara militer. GDP per kapita...

SPAYLATER SHOPEE DENGAN BUNGA NOL PERSEN, HUKUMNYA HALAL?

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   Tanya : Assalaamu’alaikum mohon pencerahannya kiyai. Apa hukumnya melakukan transaksi dengan Paylater Shopee dengan bunga 0% (nol persen)? (Abi Faisal, Garut)   Jawab : Wa ‘alaikumus salam wr. wb.Hukumnya tetap haram menggunakan SPaylater Shopee walaupun bunganya nol persen. Mengapa tetap haram? Jawabannya, karena meskipun...

Wujudkkan Cita Umat

Artikel Pilihan

©2025- All Right Reserved.