Penulis: Asma Amnina
Muslimah News, KISAH RAMADAN — Salah satu peristiwa monumental dalam sejarah kekhalifahan Islam adalah penaklukan kota Amuria (Amorium) pada masa Kekhalifahan Daulah Islamiah Bani Abbasiyah oleh Khalifah Abu Ishaq Muhammad bin Harun ar-Rasyid yang memiliki gelar Al-Mu’tashim Billah, pada 223 Hijriah (838 Masehi).
Penaklukan Amuria yang terjadi pada bulan suci Ramadan 223 Hijriah bermula ketika Kaisar Romawi Timur, Theophilus, melancarkan agresi ke wilayah perbatasan (tsughur) Daulah Islam Abbasiyah. Memanfaatkan situasi saat pasukan muslim sedang memadamkan pemberontakan Babak Al-Khurrami di Persia, Theophilus menyerang kota Zibathara (Sozopetra) secara membabi buta. Kota ini dibakar, penduduknya dibantai, banyak wanita muslimah ditawan.
Menurut Ibnu Katsir dalam kitab Al-Bidayah wa an-Nihayah, serangan ini merupakan puncak kebrutalan Bizantium yang memicu kemarahan Khalifah Al-Mu’tashim. Sang Khalifah bersumpah untuk membalas kehormatan umat Islam dengan menargetkan Amuria, kota kelahiran dinasti Bizantium yang paling penting saat itu.
Perjalanan jihad ini dimulai pada bulan Rajab 223 H. Khalifah memimpin langsung pasukan yang sangat masif dari Samarra menuju Baghdad. Dalam catatan Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karya Imam Ath-Thabari, digambarkan betapa besarnya bala tentara ini. Khalifah membagi bala tentara menjadi dua sayap utama. Sayap pertama dipimpin oleh Panglima Afshin yang bergerak dari arah timur laut. Sementara itu, pasukan utama yang dipimpin langsung oleh Khalifah bergerak membelah Kapadokia melalui Gerbang Kilikia. Di barisan depan, berbaris Panglima Ashinas, didampingi Itakh, Ja’far bin Dinar, dan Ujayf bin ‘Anbasa.
Pengepungan Amuria
Pada pertengahan Juli atau awal Syakban, pasukan Afshin bertemu dengan tentara Kaisar Theophilos di dataran Dazimon dalam Pertempuran Anzen. Meski awalnya pasukan Romawi tampak di atas angin, keteguhan hati kaum muslim membalikkan keadaan. Dengan izin Allah, pasukan Bizantium kocar-kacir dan Theophilos melarikan diri ke Konstantinopel. Setelah kemenangan ini, kedua sayap pasukan muslim bertemu di Ancyra untuk bersiap melakukan pengepungan besar.
Pengepungan resmi dimulai pada 6 Ramadan 223 H. Khalifah membagi pasukannya untuk mengepung setiap sudut kota, menempatkan para panglima terbaik di setiap gerbang. Manjanik-manjanik besar dikerahkan untuk menggempur tembok kota siang dan malam selama kurang lebih dua minggu. Namun, kokohnya benteng di bawah pimpinan Aetios membuat serangan langsung sempat menemui jalan buntu.
Titik Balik dan Kejatuhan Amuria
Memasuki hari ke-17 pengepungan (sekitar 20 Ramadan), terjadi titik balik penting. Berdasarkan catatan sejarah dalam Tarikh al-Khulafa karya Imam As-Suyuthi, seorang mantan tawanan yang mengenal seluk-beluk kota (Manfred) menunjukkan titik lemah di tembok kota yang diperbaiki secara ala kadarnya. Khalifah segera memerintahkan seluruh manjanik untuk menghujam titik lemah tersebut.
Akhirnya pada 23 Ramadan 223 H tembok tersebut jebol. Pasukan muslim merangsek masuk ke dalam kota dan berhasil mematahkan perlawanan terakhir Bizantium. Panglima Aetios menyerah secara resmi, dan Amuria—kota yang dianggap tidak terkalahkan oleh Romawi—jatuh ke tangan kaum muslim.
Kemenangan ini begitu agung hingga menginspirasi penyair besar Abu Tammam untuk menggubah bait-bait syair yang masih melegenda hingga hari ini, sebagaimana tercatat dalam Diwan Abu Tammam:
“Pedang lebih benar bicaranya daripada kitab (ramalan)
Di tajam matanya, terdapat pemisah antara keseriusan dan permainan.
Lembaran putih (pedang), bukan hitamnya lembaran (kitab ramalan)
Yang di celah-celahnya tertulis keraguan dan ketidakpastian.”
Syair ini merupakan sindiran kepada para peramal yang sebelumnya memperingatkan Khalifah agar tidak menyerang Amuria karena “bintang-bintang” meramalkan kegagalan. Namun, Al-Mu’tashim lebih memilih bertawakal dan berjihad di jalan Allah. [MNews/RR]
Referensi:
– Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an-Nihayah
– Imam Ath-Thabari, Tarikh al-Rusul wa al-Muluk
– Imam As-Suyuthi, Tarikh al-Khulafa
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
