Wujudkan Cita Umat

NE

News Elementor

What's Hot

Abu Muslim Bersama Istrinya

Table of Content

Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Saat pulang dari masjid ke rumahnya, Abu Muslim al-Khaulani biasa mengucap takbir di depan pintu rumahnya. Kemudian istrinya juga menyambutnya dengan kalimat takbir. Suatu hari, Abu Muslim pulang dari masjid dan bertakbir seperti biasanya di depan rumahnya. Namun, tidak ada yang menyambut takbirnya. Ketika ia berada di ruang tengah rumahnya, ia kembali bertakbir, tetapi tidak ada yang menyahut. Demikian pula saat ia masuk rumah, biasanya istrinya yang mengambil surban dan alas kakinya, lalu menyediakan makanan untuknya.

Ia pun masuk kamar, tetapi gelap. Saat itu, ia mendapati istrinya sedang duduk termenung melihat ke tanah sambil memegang tongkat. Abu Muslim pun bertanya, “Apa yang terjadi denganmu?” Istrinya menjawab, “Engkau mempunyai kedudukan di hadapan Muawiyah dan kita tidak memiliki pembantu. Kalau engkau meminta kepadanya, niscaya ia akan memberikan pembantu untuk kita.”

Abu Muslim menjawab, “Ya Allah, buatlah buta mata orang yang merusak keluargaku.” Sebelumnya, telah datang seorang perempuan ke rumahnya. Perempuan itu berkata kepada istrinya, “Suamimu mempunyai kedudukan di mata Muawiyah. Sebaiknya engkau katakan kepada suamimu agar ia meminta kepada Muawiyah agar diberikan pembantu yang membantu pekerjaanmu di rumah. Niscaya ia akan memberikannya dan kalian hidup lebih nyaman.”

Ketika perempuan itu sedang duduk di rumahnya, tiba-tiba ia merasakan matanya gelap. Ia berkata, “Mengapa lampu rumah kalian dipadamkan?” Orang-orang berkata perempuan itu pun menyadari kesalahannya. Ia segera mendatangi Abu Muslim sambil menangis dan meminta mendoakannya agar Allah mengembalikan penglihatannya. Mendengar permintaan tersebut, Abu Muslim merasa iba. Ia pun berdoa kepada Allah agar penglihatan perempuan tersebut kembali seperti semula. Allah mengabulkan doa Abu Muslim sehingga penglihatan perempuan tersebut kembali seperti sedia kala. (Ibnu al-Jauzi, 500 Kisah Orang Saleh Penuh Hikmah)

Hikmah

Kisah tersebut memberikan hikmah yang luar biasa bagi kita, yakni pentingnya menjaga lisan. Lisan ibarat pisau bermata dua. Jika digunakan untuk menebarkan kebaikan, seperti menyampaikan ilmu, berdakwah, menasihati dalam kebaikan, akan menjadi kebaikan bagi pendengar atau orang-orang di sekitarnya. Namun, jika digunakan untuk melukai hati orang lain melalui perkataan buruk, seperti memfitnah, bergosip, dan menyebarkan ujaran kebencian, akan mengantarkan kepada dosa besar.

Allah Swt. mengingatkan manusia untuk berhati-hati dalam berbicara karena setiap perkataan akan dipertanggungjawabkan. Allah Swt. berfirman, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf: 18).

Rasulullah ﷺ juga menekankan pentingnya menjaga lisan. Beliau ﷺ bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Lisan juga yang membuat pikiran seseorang bisa berubah. Seperti halnya perempuan yang memengaruhi pemikiran istri Abu Muslim yang semula baik-baik saja dengan kehidupan sederhana, tiba-tiba rasa syukurnya berkurang dengan permintaan yang ia ajukan kepada suaminya. Dari satu lisan dan satu kalimat, seseorang bisa dihinggapi rasa tidak puas atas nikmat Allah Taala.

Hari ini betapa banyak konten di media sosial yang menjerumuskan kehidupan rumah tangga harmonis. Ada yang terbawa perasaan karena terlalu sering menonton nikmat orang lain. Tanpa mempertimbangkan kemampuan nafkah suami, si istri meminta berbagai hal sebagaimana standar hidup yang dijejali dalam konten tersebut. Rasa syukur berkurang, keharmonisan hilang, dan akhirnya memicu pertengkaran.

Inilah sebabnya sebagai seorang muslim kita membutuhkan iman sekaligus ilmu untuk menjaga pemikiran dan perasaan kita agar tetap berada di jalur yang benar, yaitu mengikuti standar Allah Taala dalam menjalani roda kehidupan, bukan standar manusia yang berubah-ubah. Semoga kisah tersebut memberi pelajaran berharga untuk kita semua. [MNews/CJ-YG]


source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.

amaniyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tulisan terkait

Trending News

Editor's Picks

HUKUM MEMBELI HEWAN KURBAN DENGAN AKAD PESAN (BAI’ AS-SALAM)

Oleh: KH. M/ Shiddis Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   TanyaUstadz, bolehkah membeli hewan kurban dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)? (Hamba Allah)   Jawab : Ada khilāfiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama mujtahidin mengenai boleh tidaknya membeli hewan secara umum, baik untuk dijadikan hewan kurban maupun untuk dikonsumsi biasa, dengan akad jual-beli pesan (bai’ as-salam)....

Abu Bakar ash-Shiddiq ra., Pemimpin Teladan

Penulis: Nabila asy-Syafi’i Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Abu Bakar ash-Shiddiq ra. adalah seorang sahabat Rasulullah saw. sekaligus khalifah pertama yang terkenal sangat dermawan. Ia seorang miliarder dan konsultan bisnis yang ulung. Ia selalu beruntung dalam berbisnis. Hebatnya lagi, hartanya digunakan untuk berjuang di jalan Allah Taala. Abu Bakar pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk berjihad...

Derita Perempuan Gaza

Nasib perempuan dan anak-anak di pengungsian Gaza merepresentasikan salah satu wajah paling serius dari krisis kemanusiaan kontemporer. Konflik berkepanjangan yang melanda wilayah ini telah memaksa hampir seluruh penduduknya meninggalkan rumah mereka. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa sekitar 1,9–2,0 juta orang di aJalur Gaza kini berstatus pengungsi internal. Hampir 90 persen dari total populasi. Mereka terpaksa...

Rekonstruksi Gaza: Demi Keuntungan Amerika dan Sekutunya

Penjajahan Israel yang didukung negara-negara Barat telah menghancurkan Gaza. Menurut laporan UNCTAD pada November 2025, GDP Gaza anjlok 83% pada 2024 menjadi hanya $362 juta. Padahal ekonomi sebelumnya juga sudah rapuh akibat 17 tahun blokade Israel dan Mesir sejak 2007. Ini terjadi setelah Hamas—yang menang Pemilu Palestina 2006—mengambil alih Gaza secara militer. GDP per kapita...

SPAYLATER SHOPEE DENGAN BUNGA NOL PERSEN, HUKUMNYA HALAL?

Oleh : KH. M. Shiddiq Al-Jawi | Pakar Fiqih Kontemporer   Tanya : Assalaamu’alaikum mohon pencerahannya kiyai. Apa hukumnya melakukan transaksi dengan Paylater Shopee dengan bunga 0% (nol persen)? (Abi Faisal, Garut)   Jawab : Wa ‘alaikumus salam wr. wb.Hukumnya tetap haram menggunakan SPaylater Shopee walaupun bunganya nol persen. Mengapa tetap haram? Jawabannya, karena meskipun...

Wujudkkan Cita Umat

Artikel Pilihan

©2025- All Right Reserved.