Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Kabsyah menyambut para utusan dalam Perang Uhud. Pada saat itu, ia telah mengutus dua orang putranya untuk berperang dan membela agama Allah. Ia keluar untuk meyakinkan dirinya tentang kondisi Rasulullah ﷺ. Ia memperhatikan wajah-wajah pasukan kaum muslim yang kembali dari peperangan dan mencari kedua putranya. Namun, salah seorang putranya telah syahid dalam peperangan.
Dalam riwayat lain yang tertulis dalam kitab As-Sirah al-Halbiyyah disebutkan bahwa sebelum Rasulullah ﷺ memasuki Madinah, Ummu Sa’ad bin Mu’adz, pemimpin kaum Anshar, datang berlari untuk menyambut Rasulullah ﷺ. Beliau sedang berada di atas kudanya, sementara Sa’ad memegangi tali kekang kudanya. Kemudian, Sa’ad berkata, “Wahai Rasulullah, itu ibuku.”
Rasulullah ﷺ pun mengucapkan selamat datang kepadanya. Kemudian, beliau berhenti untuk menemuinya. Setelah Ummu Sa’ad berada dekat dengan Rasulullah ﷺ, beliau menyampaikan belasungkawa kepadanya karena putranya yang bernama ‘Amr bin Mu’adz telah syahid dalam Perang Uhud pada usianya yang ke-32 tahun. Ummu Sa’ad pun lalu berkata, “Apabila aku telah menyaksikan engkau selamat, maka sungguh musibah ini menjadi ringan bagiku.” (Ummu Isra’ binti Arafah, 66 Muslimah Pengukir Sejarah)
Hikmah
Betapa tegar dan tenangnya hati seorang Kabsyah binti Rafi, ibunda Sa’ad bin Mu’adz ketika mendengar salah seorang putranya syahid. Bahkan, ia lebih dahulu menanyakan kabar Rasulullah dan memastikan beliau baik-baik saja. Sungguh, keikhlasan seorang ibu melepas putranya berjihad di jalan Allah Swt. telah memudahkan putranya menjemput kematian yang mulia.
Kabsyah memberikan teladan cara seorang ibu menunjukkan cinta yang begitu besar kepada Nabinya melebihi cintanya kepada putranya. Ia persembahkan putranya bertarung di medan jihad fi sabilillah demi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Teringat sabda Nabi ﷺ, “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, sehingga kalian menjadikan aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia.” (HR Bukhari)
Allah Swt. telah memberikan kepada kita pedoman mencintai Nabi ﷺ dengan benar, yakni meneladan sikap, tutur kata, perbuatan, serta mengikuti risalah yang dibawanya, yaitu syariat Islam.
Nabi ﷺ bersabda, “Berpegang teguhlah dengan sunahku dan sunah Khulafaurasyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR Bukhari No.3093, Muslim No.1759, dan Abu Daud No.2970)
Setiap muslim wajib mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya dalam setiap aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam meneladan kepemimpinan Rasulullah ﷺ dan tata cara beliau membangun masyarakat Islam dengan tegaknya Daulah Islam pertama di Madinah. Inilah hakikat cinta yang sesungguhnya. Bukan hanya berselawat atas beliau, tetapi juga mengikuti metode beliau dalam mendakwahkan Islam dan mendirikan sistem pemerintahan Islam yang sesuai syariat Islam. Semoga kecintaan Kabsyah yang sangat besar kepada Rasulullah ﷺ dapat menjadi insiprasi dan motivasi bagi kaum muslim. [MNews/CJ-YG]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
