Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Ketika itu, kaum muslim sudah sampai di Marajush Shuffar. Khalid bin Sa’id termasuk orang yang ikut dalam perang Ajnadin dan Marajus Shuffar. Ia ingin menikahi Ummu Hakim. Kemudian, Ummu Hakim berkata, “Bagaimana jika engkau mengakhirkan pernikahan ini hingga Allah membubarkan kumpulan (pasukan) ini?”
Khalid menjawab, “Sesungguhnya jiwaku mengatakan bahwa aku akan terbunuh dalam peperangan ini.” Ummu Hakim pun berkata, “Kalau begitu lakukanlah.” Khalid bin Sa’id lalu menikahinya di atas jembatan yang ada di Marajus Shuffar sehingga jembatan tersebut dikenal sebagai jembatan Ummu Hakim.
Setelah itu, Khalid melaksanakan walimah pernikahannya. Ia mengundang sahabat-sahabatnya, serta menjamu mereka. Namun, sebelum mereka selesai menyantap hidangan, pasukan Romawi datang menyerang. Salah seorang dari mereka maju dan mengajak berduel. Khalid pun maju dan bertanding dengannya hingga terbunuh. Melihat hal tersebut, Ummu Hakim langsung mengikat baju pengantinnya. Bahkan masih ada bekas wewangian padanya. Ia pun ikut bertempur dalam peperangan dengan gagah berani dan saling menyerang dengan pedang. Pada hari itu, Ummu Hakim berhasil membunuh musuh menggunakan tiang pasak dari tenda yang digunakannya untuk bermalam pertama dengan Khalid. (Ummu Isra’ binti Arafah, 66 Muslimah Pengukir Sejarah)
Hikmah
Sejarah telah menuliskan kisah Ummu Hakim sebagai pahlawan perang pada malam pengantinnya bersama Khalid bin Sa’id. Sepasang suami istri mujahid dan mujahidah tangguh yang bersama-sama membela agama Allah pada hari pernikahan mereka. Sungguh mengagumkan keberanian dan kekuatan yang luar biasa dari Ummu Hakim. Ia mampu membuktikan bahwa muslimah pun dapat berkontribusi untuk memenangkan agama Allah Taala.
Kisah ini memberikan hikmah untuk kita bahwa membela Islam dan kemuliaan kaum muslim tidak harus menunggu waktu tertentu. Akan tetapi, harus dilakukan setiap saat dan pada setiap kesempatan. Juga dapat dilakukan menggunakan wasilah (sarana) apa saja yang memungkinkan.
Membela Islam dapat dilakukan dengan konsisten mendakwahkannya sebagai solusi kehidupan, menegakkan amar makruf nahi mungkar, membina umat dengan pemahaman Islam kafah, serta menunjukkan kerusakan sistem dan ideologi sekuler kapitalisme bagi kehidupan. Siapa saja yang mencintai Islam, ia tidak akan pernah kehilangan cara dan strategi untuk mendakwahkannya dan mengabdikan diri di jalan dakwah. [MNews/CJ-YG]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
