Muslimah News, KISAH INSPIRATIF — Tidak banyak orang yang pernah mendengar namanya. Namun, sosoknya dikenal sebagai pemimpin para pemuda Quraisy. Ia adalah Abdullah bin Amir bin Kuraiz bin Ruba’ah al-Qurasyi atau biasa dipanggil Abu Abdurrahman. Suami Hindun binti Mua’awiyah bin Abi Sufyan ini pernah menjabat sebagai gubernur Bashrah pada masa pemerintahan Utsman bin Affan. Ia berhasil membebaskan wilayah Sajistan, Marwaruz, Syarkhas, Thus, Takharistan, Balkh, Taliqan, Nisafur, Kabul, dan lainnya.
Mu’awiyah juga pernah mengangkatnya sebagai gubernur Bashrah selama tiga tahun. Kemudian Mu’awiyah memutasikannya ke wilayah lain. Abu Abdurrahman pernah membeli beberapa bangunan di Bashrah. Ia lalu meruntuhkannya dan menjadikannya sebagai jalan umum dan ruang terbuka untuk publik.
Abu Abdurrahman adalah orang pertama yang membuat kolam-kolam tersebut untuk memberi minum orang yang sedang wukuf. Tentang Abdullah bin Amir, Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Ibnu Amir adalah pemimpin pemuda kaum Quraisy.” (Syekh Muhammad Sa’id Mursi, Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah, Pustaka Al-Kautsar)
Hikmah
Kisah Abdullah bin Amir sangat singkat tetapi penuh makna. Dari sosoknya, kita bisa memetik pelajaran tentang karakter pemimpin yang sesungguhnya.
Pertama, amanah. Lawan dari amanah adalah khianat. Meskipun menjabat sebagai gubernur Bashrah, Abdullah bin Amir tidak melupakan dari mana ia berasal, yakni sebagai hamba Allah yang diberi amanah melayani rakyat yang diurusnya. Terbukti, kebijakannya membangun jalan umum, ruang terbuka, serta kolam-kolam untuk publik telah mempermudah masyarakat melakukan aktivitas mereka.
Kedua, adil. Lawan dari adil adalah zalim. Islam sangat menentang kezaliman dan kemungkaran. “Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al Maidah: 45). Dalam konteks ini, tidak berhukum dengan hukum Allah adalah bentuk kekufuran praktis yang zalim.
Ketiga, muda, taat, dan berkarya untuk umat hingga akhir hayat. Demikianlah Abdullah bin Amir menghabiskan usianya untuk mengabdi kepada umat dan Islam. Pada masa usia muda yang produktif, ia terkenal sebagai pemimpin pemuda yang pemberani, mengayomi rakyat, dan gemar membangun.
Semoga karakter kepemimpinan Abdullah bin Amir menjadi inspirasi bagi generasi muda agar menggunakan masa mudanya berjuang dalam dakwah yang membangkitkan pemikiran umat dengan Islam kafah. Demikian pula berusaha mewujudkan kembali peradaban Islam yang agung. [MNews/CJ-YG]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
