Penulis: Kholisoh Dzikri
Muslimah News, KISAH RAMADAN — Dalam sejarah peradaban Islam, banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan, di antaranya adalah penaklukan Andalusia, atau dikenal dengan Fathu Andalus. Ini merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan suci Ramadan 92 H atau bertepatan dengan 711 M yang dipimpin panglima muslim yang sangat masyhur, yaitu Thariq bin Ziyad dengan mengerahkan sekitar 7.000 pasukan. Penaklukan Spanyol ini terjadi pada masa Kekhalifahan Umayyah. Khalifah saat itu adalah Al-Walid bin Abdul Malik yang berpusat di Damaskus.
Penaklukan Spanyol
Setelah Andalusia (Spanyol) berhasil ditaklukkan, dalam waktu singkat pasukan muslim mampu menguasai kota-kota penting lainnya seperti Granada, Toledo, dan Cordoba. Penaklukan ini menjadi jalan bagi penyebaran Islam kafah di Eropa Barat serta masuknya peradaban Islam ke tengah masyarakat Eropa. Dengan penaklukan tersebut, Spanyol menjadi bagian dari kekuasaan Islam (711—1492 M). Hal ini mengubah semenanjung Iberia (Spanyol) menjadi pusat ilmu pengetahuan, seni, dan budaya, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap kebangkitan Eropa pada masa mendatang.
Penaklukan Spanyol ini menjadi salah satu bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan untuk meningkatkan ibadah ritual, tetapi juga bulan perjuangan, kemenangan, dan kejayaan Islam. Allah Swt. mewajibkan puasa pada bulan Ramadan sekaligus mewajibkan jihad fi sabilillah. Keduanya merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Allah Taala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan puasa atas kalian.” (QS Al-Baqarah: 183).
Beberapa ayat berikutnya pada surat yang sama, Allah Swt. juga mewajibkan jihad, “Perang telah diwajibkan atas kalian.” (QS Al-Baqarah: 216).
Dua ayat tersebut secara jelas menunjukkan bahwa Ramadan adalah bulan puasa, salat, zakat, dan ibadah lainnya, serta bulan jihad, penaklukan, dan kemenangan. Ramadan adalah mihrabuntuk menyucikan jiwa melalui ibadah juga medan perjuangan untuk menjayakan Islam.
Bagaimana kabar Ramadan tahun ini? Apakah kedua kesempatan tersebut—sebagai mihrab dan medan perjuangan—sudah terwujud? Sebagai mihrab, Ramadan sangat mungkin diwujudkan oleh setiap muslim. Namun, Ramadan sebagai medan perjuangan untuk tegaknya kembali peradaban Islam menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya.
Tegaknya kembali peradaban Islam merupakan sebuah keniscayaan ketika dunia ditata kembali dengan Islam kafah oleh sebuah kekuasaan yang menyatukan kekuatan umat Islam di seluruh dunia, yaitu Khilafah Islamiah. Khilafah Islamiah inilah yang dahulu berhasil menaklukkan Andalusia dan berbagai wilayah lainnya serta menyatukannya dalam satu payung kekuasaan Islam.
Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab bersama umat Islam di seluruh dunia untuk mewujudkan kembali Khilafah Islamiah agar Ramadan tidak hanya menjadi mihrab, tetapi juga menjadi medan perjuangan untuk membebaskan kaum muslim yang hingga hari ini masih berada dalam cengkeraman kekuatan Barat. [MNews/ CJ]
source
Tulisan ini berasal dari website lain. Sumber tulisan kami sertakan di bawah artikel ini.
